Lompat ke konten

TapHome vs. AI Disruption: Strategi Bersaing di Era Otomatisasi 

    Langkah TapHome Menghadapi Disrupsi AI

    Adopsi AI untuk Efisiensi Internal

    • Gunakan AI-powered analytics untuk:
      • Prediksi kerusakan perangkat IoT (predictive maintenance).
      • Otomatisasi laporan konsumsi energi pelanggan.
    • Implementasi chatbot AI (seperti yang disebut di Detik) untuk layanan pelanggan 24/7.

    Fokus pada Human-Centric Automation

    • Tawarkan paket “Smart Home with Human Touch”:
      • Tim ahli TapHome akan mendampingi klien dari instalasi hingga customisasi.
      • Contoh: Desain automasi untuk keluarga dengan anak autis (butuh empati).

    Kolaborasi dengan Startup AI Lokal

    • Artikel Detik menekankan pentingnya adaptasi teknologi. TapHome bisa:
      • Bermitra dengan startup AI Indonesia untuk kembangkan voice assistant Bahasa Indonesia khusus produk IoT.
      • Contoh: Asisten virtual yang memahami aksen lokal (“Nyalain AC di kamar!” vs. “Turn on the bedroom AC”).

    Reskilling Tim Berdasarkan Ancaman

    • Latih tim teknis untuk skill hybrid:
      • Pemrograman dasar AI/ML untuk konfigurasi perangkat.
      • Soft skill seperti desain UX solusi IoT (AI tidak bisa menggantikan ini).

    Case Study: Bagaimana Perusahaan Lolos dari Prediksi Detik

    • Roomba (iRobot): Gunakan AI untuk navigasi vacuum, tapi tetap butuh manusia untuk customer support kompleks.
    • Tesla Smart Home: AI mengatur energi, tapi instalasi panel surya butuh teknisi lapangan.

    Pelajaran untuk TapHome:

    “AI adalah tools, bukan pengganti tim. Fokus pada layanan yang butuh human judgment.”

    Kesimpulan

    Artikel Detik.com tentang punahnya pekerjaan tradisional akibat AI justru memperkuat posisi TapHome jika kita:

    • Memakai AI sebagai alat bantu (otomatisasi analitik, chatbot).
    • Memakai AI sebagai alat bantu (otomatisasi analitik, chatbot).
    • Berinovasi di ceruk yang AI tidak bisa sentuh (solusi IoT untuk pasar spesifik Indonesia).

    Dengan strategi ini, TapHome tidak hanya selamat dari disrupsi, tapi bisa menjadi pemimpin pasar proptech yang AI-aware.

    Share :

    1Baca Sebelumnya 2Baca Selengkapnya

    Mouse over or long press for description.