
Membangun rumah impian bukan hanya soal desain dan estetika—teknologi juga memegang peran penting. Sistem automation atau smart home system kini menjadi fitur wajib bagi rumah modern. Agar instalasi berjalan mulus dan hasilnya optimal, berikut checklist penting yang harus diperhatikan saat memasang sistem automation untuk rumah baru.
🔍 Analisa Kebutuhan Penghuni
Sebelum memulai instalasi, lakukan diskusi dengan pemilik rumah untuk memahami kebutuhan berikut:
- Area mana saja yang ingin diautomasi (pencahayaan, AC, tirai, keamanan, dll)?
- Preferensi penggunaan (kontrol via smartphone, otomatis penuh, atau manual hybrid)?
- Budget awal dan kemungkinan ekspansi di masa depan.
📐 Koordinasi dengan Arsitek & Kontraktor
Integrasi sistem automation harus sejalan dengan:
- Desain interior dan plafon.
- Jalur kabel listrik dan data.
- Lokasi panel distribusi, lighting, dan peralatan lainnya.
Tips Bro: Pastikan sistem automation masuk ke RAB sejak awal agar tidak membengkak di tengah jalan.
💡 Pilih Sistem Automation yang Tepat
Pertimbangkan beberapa faktor:
- Modular & scalable: Seperti TapHome, bisa dimulai kecil dan berkembang.
- Kompatibilitas: Mendukung protokol umum (Z-Wave, Zigbee, TCP/IP).
- User Friendly: Pengoperasian mudah untuk semua anggota keluarga.
- Dukungan Teknis Lokal: Pastikan tersedia support dan sparepart di Indonesia.
🛠️ Persiapkan Infrastruktur & Kabel Data
Gunakan kabel UTP CAT6 untuk komunikasi data antar modul. Beberapa hal yang wajib disiapkan:
- Jalur komunikasi antar panel & modul.
- Jalur kabel ke titik kontrol (switch, sensor, aktuator).
- Back-up power (UPS) untuk sistem utama.
🧠 Tentukan Pusat Kontrol & Distribusi Modul
Pusat kontrol biasanya berupa satu panel utama (misalnya TapHome Core) dan modul-modul distribusi (12DO, 12LED/OC, dsb). Letakkan di tempat strategis:
- Aman dan mudah diakses teknisi.
- Tidak terganggu kelembapan atau suhu ekstrem.