
Dalam dunia otomasi modern, kebutuhan akan sistem yang fleksibel, mudah digunakan, dan terjangkau menjadi semakin penting terutama bagi pengguna rumahan dan bangunan komersial berskala kecil hingga menengah. TapHome, sebagai salah satu solusi smart home & building automation masa kini, hadir menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan yang revolusioner. Lalu, bagaimana TapHome mengubah sistem otomasi menjadi lebih fleksibel dan mudah?
1. Desain Modular dan Skalabilitas Tinggi
TapHome dirancang dengan sistem modular, yang artinya pengguna dapat memulai dari skala kecil seperti hanya mengotomasi lampu ruang tamu, dan kemudian berkembang ke seluruh rumah atau bangunan. Modul-modul seperti 12DO, 4DIM, 32UI, hingga Multi-Zone Controller dapat ditambahkan seiring waktu tanpa perlu mengganti sistem utama.
➡️ Keuntungan: Investasi bertahap dan tidak membebani biaya di awal.
2. Antarmuka User-Friendly
Aplikasi TapHome memiliki tampilan intuitif yang mudah dipahami bahkan oleh pengguna awam. Seluruh sistem dapat dikendalikan melalui smartphone, tablet, maupun PC. Tidak perlu keahlian teknis untuk melakukan perubahan skenario atau mengatur jadwal otomatisasi.
➡️ Contoh: Pengguna bisa membuat skenario “Pulang Malam” hanya dengan drag & drop di aplikasi.
3. Fleksibilitas Protokol & Integrasi Luas
TapHome mendukung berbagai protokol populer seperti Z-Wave, Zigbee, serta dapat diintegrasikan dengan sistem pihak ketiga menggunakan TCP/IP, MQTT, UDP, dan API terbuka. Hal ini memungkinkan TapHome untuk bekerja harmonis dengan produk lain, seperti kamera keamanan, sensor cuaca, hingga sistem HVAC.
➡️ Contoh: TapHome dapat diintegrasikan dengan sensor Zigbee untuk mendeteksi kebocoran air, lalu mengirimkan notifikasi ke ponsel.